Maret 06, 2011

Kehendak-kehendak Kita yang Keras


  Menjadi orang Kristn adalah peristiwa sekali untuk selamanya; kita bertobat dari dosa-dosa kita dan menyerahkan hidup hanya kepada Kristus saja untuk keselamatan kita. Ketika kita bertobat, Allah membawa kita “keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajabi” (1 Petrus 2:9). 
  Tetapi menjadi orang Kristen adalah pengalaman setiap hari yang berlangsung terus-menerus, prose’s seumur hidup dalam pertobatan dan iman setiap hari. Dari sanalah kehendak-kehendak kita masuk. Walaupun kita sudah bertobat dan Allah telah datang untuk hidup di dalam kita, sifat lama kita masih “hidup dan bergerak”. Kehendak-kehendak kita yang keras masih menuntut untuk menempatkan diri terlebih dahulu melebihi Kristus. 
  Tidaklah mudah membawa kehendak-kehendak kita yang keras dalam penundukan kepada Kristus. Namun bila kita melakukannya, maka kita akan seperti siput yang dikemnalikan ke dalam cangkangnya. Kita  tidak mengalami stress dan ketegangan hidup akibat tidak berdamai dengan Allah, sebaliknya kita menemukan ketentraman dari hadiratNya. 
  Akhirnya, siapa yang akan mengendalikan kehendak Anda hari ini? Anda atau Kristus? Keputusan berada di tangan Anda.